sm

Raja Tanpa Istana: Sisingamangaraja XII

37 Halaman Full Color

Lahir sebagai pewaris keluarga Sinambela, Sisingamangaraja XII tumbuh dengan memahami bahwa kedudukannya bukan untuk hidup di istana, melainkan untuk berdiri bersama rakyat. Ketika Belanda mulai merebut tanah dan mengancam kehidupan masyarakat Batak, ia memimpin perlawanan selama puluhan tahun dengan strategi gerilya, sabotase, dan serangan malam, melibatkan berbagai kelompok rakyat hingga akhirnya gugur di Dairi pada 1907.